Archive Page 2

27
May
08

Mawar di Taman Angkuh

Waktu di handphone Arif menunjukkan pukul 00.14 ketika ringtonenya bersenandung menusuk telinga. Tiada pernah disadarinya bahwa panggilan telepon itu akan membawanya ke dalam suatu masalah yang pelik. Layar HP menampilkan tulisan “Mawar di taman Angkuh – Calling” ..suatu tampilan yang sudah tidak asing lagi bahkan mungkin bila HP itu dijungkirkan sekalipun, Arif langsung mengetahui bahwa Mawar yang menelpon. Dengan santai pula telepon itu diterima.

“Halo mawar, ada apa telp malam2?” bisiknya sambil berusaha sadar dari tidur. “Besok aku berangkat ke Jakarta. Aku udah ga tahan di rumah ini. Mama udah ga peduli lagi sama aku, ga mo mengerti perasaanku, aku sakit kayak gini aja katanya bo’ong. Kalo udah gini mending aku cabut aja dari rumah ini.” Sontak Arif terkejut dan bertanya dengan bloon. “Lho ada apa ini…ada apa ini” (niru kata2 indra birowo extravaganza 😛 )…hehe.

Dengan berbagai cara Arif berusaha mencegah Mawar agar tidak kabur dari taman-nya meski taman itu angkuh. Hati Arif sebenarnya sudah mengikhlaskan Mawar untuk dipetik sang Pangeran yang mampu memelihara keangkuhan taman tempatnya tumbuh dan berkembang. Kekerasan hati orang tua Mawar yang rela memecat sang anak apabila tetap bersikeras mencintai Arif, membuatnya menyerah daripada harus merusak taman dan keindahan mawar di dalamnya. Akan tetapi kejadian kali ini sungguh di luar dugaannya. Dia tidak mampu berbuat apa2. Dia sudah tidak mampu lagi mempertahankan Mawar, akan tetapi mengapa mawar tidak juga mau mengerti posisinya ?????. Walhasil, Mawar tak dapat dicegah untuk berangkat ke Jakarta. Mawar yang sebelumnya berada di taman angkuh, kini harus berjuang mengikhlaskan debu ibukota, membiarkan asap2 metromini menyentuhnya, hanya demi Arif yang memiliki tampang bloon, idiot, dan semua orang mengatakan wajar bila dia selalu diludahi….

Maka kebingungan pun melanda Arif, apa yang harus diperbuat dengan ketidakberdayaannya terhadap takdir yang sudah diikhlaskan. Saya hanya bisa katakan pada Arif, “Belajarlah menyelesaikan masalah, bukan justru lari darinya..

Advertisements
17
May
08

Membuat komponen di Joomla

Menjawab banyak pertanyaan dari teman-teman termasuk comment seorang teman di sini, sepertinya suatu kehormatan bagi saya untuk bisa sedikit menghentakkan keyboard di sini 😛 . Saya bukanlah seorang programmer handal, akan tetapi saya mungkin bisa sedikit membantu teman-teman yang memiliki problem dalam membuat suatu komponen di Joomla. Mungkin bahasa saya kurang bisa dimengerti, jadi silahkan kursus lagi bahasa planet..eh, maksudnya saya mohon maaf karena saya kurang bisa menyusun puisi..(halah..) 😀

Hal terpenting untuk suatu komponen di Joomla adalah memiliki file XML yang menentukan bagaimana komponen tersebut harus diintegrasikan ke dalam sang CMS. Sebagai contoh, anggaplah kita akan membuat sebuah komponen Joomla bernama “Data Pegawai” yang berfungsi untuk memasukkan dan menampilkan data-data pegawai. Untuk itu file XML-nya dapat dibuat seperti ini:
Continue reading ‘Membuat komponen di Joomla’

15
May
08

Lagi-lagi keluhan…

Fiuhhhh…akhirnya selesai sudah tanggungan Proposal Teknis yang harus saya selesaikan untuk kepentingan tender perusahaan. Ini hari ke-5 saya tidur hanya 3 jam sehari. Mata sudah berat, badan sudah lemes, tapi impian menuju kesuksesan masih saja berwujud impian. Namun memang sudah seharusnya untuk mewujudkan suatu impian perlu pengorbanan yang mungkin bisa dikatakan ‘tidak terhingga’.

“Belajarlah sejak kamu masih dalam buaian hingga kamu masuk ke liang lahat” begitu sabda junjungan mulia yang selalu jadi panutan saya. Bukankah berbagai pengorbanan, tempaan dan gemblengan dalam kehidupan adalah suatu pembelajaran bagi kita bahwa untuk dapat memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik tidaklah mudah dan perlu melalui berbagai rintangan dan cobaan. Saya masih dalam kondisi belum benar-benar fit saat ini, setelah menyelesaikan tugas yang menurutku cukup menguras tenaga dan pikiran. Bagaimana tidak? Kemampuan saya sebenarnya hanya di bagian teknis. Akan tetapi berbagai urusan administrasi, birokrasi sampai dengan menyelesaikan berbagai dokumen seperti pajak (SPT, NPWP) dan lain-lain, harus saya selesaikan pula. Walhasil, saat menulis blog ini pun jari-jari saya bekerja dengan kondisi mata yang berat seperti digantungi barbel 5 kg hehe 😛 .

Atasan saya masih juga dalam sifat yang belum berubah. Berbagai tugas yang tidak pada orang yang tepat masih juga dilimpahkan kepada kami. Panca inderanya pun masih juga tidak bisa peka terhadap masukan-masukan membangun yang berasal dari ‘bawah’. Segala lagu mars dan instruksi-instruksi yang tidak masuk akal masih juga mengguyur kepala dan tubuh saya. Dan saya…. saya masih saja duduk di sini hanya bisa menulis blog ini untuk menyampaikan berbagai uneg-uneg saya yang terlempar dari sekat pelindung panca inderanya .. 😛

28
Apr
08

Kelemahan manusia bukanlah aib

Kemarin seorang teman datang kepada saya lalu mengatakan bahwa dia telah mengetahui salah satu kelemahan saya. Saya sempat terkejut dari mana dia tahu tentang hal itu padahal rahasia itu sudah saya simpan rapat-rapat agar tidak ada yang mengetahui. Meskipun saya tahu cepat atau lambat hal itu akan diketahui juga oleh teman-teman, namun saya tidak menyangka kalau rahasia itu bocor begitu cepatnya. Betapa malu saya ketika saya tahu kelemahan saya itu telah diketahui orang lain.

Saya lalu mulai berpikir dan merenung, mengapa manusia perlu menutupi kelemahannya. Bukankah manusia itu memang lemah dan ditakdirkan selalu memiliki kelemahan dan kekurangan? Lalu mengapa saya menganggap kelemahan saya sebagai aib? Bodoh sekali anggapan itu. Perlahan saya mulai bisa mengikhlaskan kelemahan saya untuk diketahui orang lain. Saya merasa tidak perlu menganggap itu sebagai aib. Toh manusia manapun pasti memiliki kelemahan dan kekurangan. Justru manusia yang memiliki kekurangan dan kelemahan itulah manusia yang sempurna. Tanpa kekurangan dan kelemahan, manusia itu tidak memiliki cukup syarat untuk dapat dianggap sebagai makhluk Tuhan.

Begitulah, saya akhirnya berpikir bahwa kelemahan manusia bukanlah suatu aib yang harus membuat kita malu ataupun rendah diri. Kepercayaan diri saya pun kemudian tumbuh kembali setelah melalui renungan ini. Bahkan sedikit ekstrim saya merasa bangga akan kekurangan dan kelemahan yang saya miliki. Lho..??? kok bisa??? Ya iya lah… karena dengan menyadari segala kekurangan dan kelemahan yang saya miliki saat ini artinya saya masih memiliki peluang untuk berusaha meraih kelebihan derajat di kehidupan pasca kehidupan ini… 😀

24
Apr
08

Kemanusiaan dalam bisnis

Malam ini adalah puncak ketidakmengertian saya tentang makna bisnis terhadap kemanusiaan. Saya masih belum mengerti mengapa bisnis selalu menjadi pembenaran segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Dua hari yang lalu seorang rekan kerja di perusahaan IT tempat saya bekerja, masuk rumah sakit dan terpaksa harus Operasi usus buntu, beberapa hari yang lalu saya dan seorang rekan yang lain juga “terpaksa” jatuh sakit meskipun (alhamdulillah) “masih” dalam taraf flu biasa. Apakah hal seperti ini memang suatu hal yang lumrah bagi seorang pekerja IT?

Kami pernah mencoba mengajukan permohonan kepada atasan kami untuk mengambil karyawan lagi ataupun solusi lain agar dapat sedikit menurunkan tensi dan ritme kerja yang bagi kami sudah overload ini. Namun jawaban yang kami terima justru membuat kami menyesal telah membuang-buang tenaga dengan menyampaikan saran yang menurut kami dapat memperbaiki kinerja perusahaan. “Orang berbisnis ya gini ini”,”Ya begini ini orang bekerja, ga bisa santai-santai saja” adalah kalimat yang paling sering kami dapatkan apabila kami meminta solusi atas load pekerjaan yang telah melampaui batas. Ketika kami minta agar dapat beristirahat hari sabtu atau minggu sekedar untuk meluruskan punggung, “Kamu enak2an aja, aku malah 1 minggu ga tidur sama sekali gara2 nglembur di rumah” adalah jawaban yang sudah menjadi lagu mars di kantor. Nglembur di rumah? Cecak pun tidak bisa jadi saksi apakah dia benar-benar lembur di rumah…hehehe. Begitulah keadaan kami yang dipimpin oleh seorang wanita berumur 26 tahun yang sejak kecil tidak pernah tahu dinginnya kehujanan, perihnya kepanasan, ataupun menangis karena uang jajannya kurang…:-)

Yang menjadi puncaknya, sehingga memicu saya memposting blog ini, saat rekan kerja saya sakit, muntah-muntah dan kemudian masuk rumah sakit, kami melaporkan hal ini kepada atasan kami dengan harapan ada solusi untuk itu. Namun jawabannya di luar dugaan, “Berarti dia belum siap kerja, belikan saja amoxilin” kalimat yang sangat tidak menyenangkan di telinga saya. Saya masih tidak habis pikir :

  1. Apakah karena kami hanya seorang karyawan IT biasa dengan penghasilan yang hanya setara dengan penghasilan seorang sopir bajaj (mohon maaf buat para sopir bajaj atas pembandingan ini), kami tidak layak dianggap manusia dengan hak asasi?
  2. Apakah karena beliau, wanita berumur 26 tahun yang belum pernah jadi karyawan kecil itu, adalah lulusan S2 di luar negeri maka kemampuannya selalu melebihi kemampuan kami karyawan kecil yang hanya mampu membuat web portal dan software sekelas “who want’s to be millionare” tanpa bonus proyek ini?
  3. Apakah usus buntu berstempelkan loyalitas milik rekan saya yang telah dipotong hanya dihargai dengan sedosis amoxilin dan kalimat “Dia belum siap kerja”?

Di luar itu semua saya pribadi masih bangga dan mampu menghargai diri dan kemampuan saya dengan bergumam, “kami adalah pejuang hidup meskipun kami tidak dimanusiakan. Semoga hidup kami lebih berarti di kemudian hari”.

22
Apr
08

Rubrik Konsultasi dan Opini di Joomla

Beberapa hari ini, waktu tidur saya kurang banget. Tight-deadline yang disediakan membuat saya memilih membuat website mereka dengan bantuan Joomla saja. Namun ternyata pilihan itu juga bukan pilihan yang bisa menyelesaikan masalah waktu. Tuntutan klien untuk menampilkan beberapa fitur yang component-nya tidak tersedia, membuatku dengan ikhlas memberikan keuntungan lebih pada pedagang rokok dan mie goreng di samping kantor 🙂 . Belum lagi klien yang notabene bukan orang-orang yang mengerti IT ini dengan mudahnya melakukan complaint dan meminta tambahan fitur-fitur baru tanpa merubah deadline.

Dari sekian fitur yang diminta, 2 di antaranya adalah rubrik konsultasi dan rubrik opini. Susah sekali mencari fitur ini di internet. Beberapa extension yang saya ambil dari http://extension.joomla.org ternyata juga tidak bisa sesuai dengan business process yang diinginkan. Modifikasi beberapa extension yang saya download dari sana seperti easyguestbook, Jambook, Fireboard, dll. ternyata malah membuat coding di website yang saya buat jadi berantakan dan tidak teratur karena extension-extension tersebut penggunaanya memang bukan untuk itu, tetapi untuk aplikasi guestbook dan forum. Jika dipaksakan untuk aplikasi yang lain justru lebih mempersulit.

Akhirnya saya putuskan untuk membuat (baca: coding) sendiri component untuk aplikasi konsultasi dan opini di Joomla. Setelah menghabiskan banyak gulungan tembakau dan keritingan mie (halah… 😛 ), sang Joomla pun dengan tersenyum bisa menerima install-an komponen konsultasi dan opini yang saya buat. Dan hari ini, website itu di-launching. Alhamdulillah..tanpa sepengetahuan pedagang rokok dan mie goreng yang beruntung tadi, dia telah mendukung suksesnya launching website saya.

Di sini saya ingin berbagi komponen ini kepada yang membutuhkan. meskipun tidak seindah yang diharapkan, tetapi saya harap dapat sedikit membantu mengurangi jumlah programmer yang susah mencari komponen konsultasi dan opini untuk Joomla.

Download component konsultasi
Download component Opini

17
Apr
08

Terima Kasih buat Depkominfo

Setelah melalui berbagai kemelut yang berkaitan dengan ditutupnya berbagai situs secara membabi buta oleh software filter situs milik pemerintah, akhirnya beberapa situs penting dan bermanfaat bagi bangsa kini dibuka kembali. Beberapa situs telah dibuka dari blocking itu antara lain youtube.com dan rapidshare.com.

Saya memberikan penghargaan yang tinggi dan menyampaikan terima kasih kepada Depkominfo dan Bpk Muhammad Nuh sebagai Menkominfo yang telah membuktikan keterbukaannya menerima kritik dan saran dari para praktisi IT. Saya juga berharap keterbukaan dan komunikasi ini dapat terus berjalan demi kemajuan perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.




Yahoo Messenger: adioncyber


Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Kategori

April 2019
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

RSS Post Terbaru

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Maps

RSS IPTEK

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pages

Advertisements