Archive for the 'just diary' Category

18
Sep
08

Dari Thinking ke Explore

Lama sudah saya Ingin memiliki blog pada hosting sendiri agar lebih mudah berkreasi. Gayung pun bersambut, Seorang teman mengajak saya bergabung dalam bendera e-nixsoft. Setelah melalui berbagai pertimbangan, kuputuskan bergabung. Lalu saya terpikir untuk memboyong Fightmaster Thinking ke sana. Akan tetapi kemudian saya pikir hal itu tidak perlu. Biarkan lembaran lama jadi kenangan, kemudian buka lembaran baru yang lebih baik . Begitulah hidup ini…

Sebuah nama harus menampilkan perubahan lembaran hidup itu. Berpikir dan berpikir lagi hanya untuk sebuah nama… dan akhirnya sebuah nama terlintas untuk mewakili perubahan lembaran hidup ini dengan istilah, ..Fightmaster Explore

Selamat tinggal Fightmaster Thinking dan selamat datang Fightmaster Explore…!!

Advertisements
20
Aug
08

Awal kejatuhan perusahaan

Tanggal 15 Aug 2008 kemarin, seorang rekan kerja resmi mengundurkan diri dari perusahaan null. Ini yang kesekian kalinya terjadi di sini. Tidak tanggung-tanggung, posisi yang ditinggalkan adalah Business Development. Suatu posisi yang merupakan ujung tombak pergerakan bisnis perusahaan. Selama ini pekerjaan dia jauh lebih kompleks, lebih under-pressure, lebih banyak menyita waktu pribadinya. Bahkan andai saja dalam 1 hari ada 28 jam sekalipun, dia tidak akan pernah memperoleh 4 jamnya untuk waktu istirahat.  Apapun yang pernah saya keluhkan dalam blog ini tentang pekerjaan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keluhannya andaikan dia mau mengeluh. Yang lebih parah, semua pekerjaan baik yang dilakukan dengan kegagalan maupun yang diselesaikan dengan sempurna sekalipun, yang diperolehnya hanyalah makian dan segala umpatan yang menjatuhkan harga diri null. Padahal tidak ada tugas yang tidak dilakukannya. Satu lagi yang menjadi catatan tersendiri, dia seorang wanita null.

Keadaan selalu serba salah dan tidak adanya apresiasi atas kerja kerasnya  selama ini membuat dirinya merasa tidak dimanusiakan. Jangankan apresiasi secara materi, apresiasi dalam bentuk ucapan selamat saat dia memperoleh keberhasilan dalam pekerjaannya pun nihil..null

Bagi saya, inilah awal kejatuhan perusahaan. Mungkin ini pula saat saya harus mulai mempersiapkan ejection seat demi keselamatan pilot null….

13
Aug
08

Romusha divisi IT

Hari ini deadline USTEK dalam agenda kerja saya. Stamina tubuh saya sudah kurang dari separuh kondisi normal null. Sebentar lagi mungkin saya dan rekan2 sudah harus memberikan sedikit keuntungan kepada pemilik toko obat flu. Sudah 2 personil yang jatuh sakit hari ini. Hari ini hari ke-4 saya pulang dari kantor setelah ayam jantan pertama berteriak membangunkan muadzin shubuh. Tidak sempat tidur, tidak sempat membersihkan kamar, tidak sempat mencuci tumpukan pakaian kotor null. Ahh…kondisi ini masih saja berulang seperti ini setiap kali perusahaan mengejar proyek. Tidak ada solusi dari pihak perusahaan untuk mengatasi kondisi ini sejak dahulu hingga detik ini. Berpikir positif, mungkin saja perusahaan  juga sedang dalam kondisi yang memprihatinkan sehingga bagi semua karyawan dimohon untuk mengerti..null

Banyak teman-teman di luar perusahaan melihat kondisi kami dengan pandangan iri, “Wah enak donk banyak lemburannya..”…nullkalimat yang paling sering menyapa kami saat kami pulang dari kantor ataupun saat kami kebetulan terlihat oleh mereka saat kami sedang keluar dari kantor sekedar membeli rokok. Iya sih, memang banyak lemburan. Banyak banget malah…tapi yang jadi masalah lemburan itu ada kompensasinya atau tidak? Nah itu yang tidak mereka ketahui null… Tetapi yang membuat saya bersyukur, saya jadi tahu kondisi di luar perusahaan ini bahwa sebenarnya lembur itu harus dibayar hahaha…nullnull

Sebelumnya saya merasa baik-baik saja bekerja seperti ini, dengan harapan akan ada perubahan apabila perusahaan ini ‘beranjak dewasa’. Akan tetapi ternyata harapan saya ternyata harus saya tertawakan sendiri. Ibarat anak kecil yang baru beranjak dewasa, tentu akan melalui masa ABG yang identik dengan kenakalan remaja, baik itu kenakalan yang wajar maupun kenakalan yang bisa dikatakan fatal. Saya masih belum memperoleh informasi yang cukup apakah romusha divisi IT seperti yang kami alami ini adalah kenakalan yang wajar ataukah kenakalan yang fatal dari sebuah perusahaan..null..tapi ya sudahlah null, tentunya sejalan dengan waktu banyak hal yang bisa terjadi.

Hal terindah yang bisa romusha divisi IT ini lakukan adalah memberikan yang terbaik dari kemampuannya dan persiapkan diri untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh dari “pendidikan” di perusahaan ini..null

11
Aug
08

USTEK lagi..USTEK lagi….Jenuh!

Finally…Ustek kembali menyapa saya beberapa hari ini null. Lembur lagi, Lembur lagi. Tapi ya inilah pekerjaan, apalagi di dunia saya yang selalu berhubungan dengan proyek-proyek teknis…null..tidak peduli lagi dengan kepentingan pribadi, yang ada hanya kepentingan perusahaan dan bagaimana harus bisa mendapatkan proyek. Kalau perlu lindas aja semua perusahaan saingan dan berbagai penghalang null..benar2 kapitalis.

Hari-hari belakangan ini saya merasa begitu jenuh dengan pekerjaan di kantor. Bukan karena saya malas dengan pekerjaan menumpuk, akan tetapi lebih karena berbagai intrik di perusahaan yang membuat saya muak null. Sudah lama saya tidak berkutat lagi dengan berbagai urusan teknis secara langsung. Tidak ada lagi coding yang saya kerjakan. Tidak ada lagi perdebatan teknis diantara saya rekan-rekan kerja yang selalu membuat saya semangat bekerja, dan yang selalu membuat otak saya serasa ada gunanya null.

Sampai dengan saya menulis blog ini, saya masih belum bisa mengatasi kejenuhan ini..null

01
Aug
08

Refleksi Awal Kehidupan di Awal Agustus

Bertambah lagi langkah hidupku hari ini. Bertambah lagi rekapitulasi dosa dan amalku selama setahun dalam catatan Raqib dan Atid. Lama sudah aku tidak merenung, melakukan sebuah introspeksi dan refleksi diriku. Inikah yang disebut dengan lupa daratan? 😀 entahlah…mungkin saja.

Fiuh….di awal hari ini saja aku sudah terisak. Mengeluh, curhat, merajuk, bermanja kepada-Nya. Angka 28 terukir sudah di jidat durhaka ini. Entah sejak kapan aku tidak pernah tersungkur dalam sujud, tidak pernah mengangkat tangan memanjatkan doa dan syukur, tidak pernah melirik goresan-goresan kitab suci, uhh…betapa berdosanya 😦 . Doa untuk kebahagiaan dari orang tuaku yang dikirim melalui SMS semakin membuat deras air mata haru di pagi buta hari peringatan awal kehidupanku ini.

Perjuangan hidupku mungkin masih panjang. Rintangan di setiap langkahku kini semakin berlapis demi sebuah istilah “dewasa”.  Tahun ini pengurangan rentang umurku terjadi di Jakarta. Kota yang selama ini tidak pernah ingin aku datangi. Kota yang selama ini selalu ku-reject dari pikiranku untuk menjadi kota tempatku mengais rejeki Tuhan. Tuhan ternyata telah menunjukkan kuasa-Nya. Aku tidak punya kuasa apapun saat ditakdirkan harus mengais rejeki di kota ini. Dengan kuasa-Nya pula aku temukan langkah cintaku selanjutnya.

Masa ABG-ku terlewatkan sudah. Kata orang, di usia 27 adalah saat-saat seseorang mengalami kondisi hidup paling labil karena transisi sisi ABG dan sisi Dewasa. Saat di mana seseorang harus menentukan prinsip hidup seperti apa yang harus ditetapkan. Saat di mana seseorang harus menentukan ke mana arah hidupnya dan seperti apa cita-cita hakiki dalam hidupnya. Kini usia itu terlewatkan sudah. Aku harus sudah mampu menentukan dan menetapkan semuanya. Inilah hidupku dan inilah jati diriku yang sebenarnya,…”singa pelintas gurun berduri yang harus bisa membedakan antara fatamorgana dan kesejukan danau kebahagiaan”….

11
Jul
08

Samiri, the slipping technocrat

At the past Friday , I’ve got a message knocking both my mind and my heart. A Khatib has remind me that a technocrat is so easy to slip away from his/her aqidah. The Khatib has told a story about Samiri, a smart-man live in same period with Moses the God messenger.

In the story, Moses had an instruction by God to received Taurat on Sina Hill. In fulfilling the duty, he instructed his brother Harun, the another God messenger, to take over his position as the leader of Bani Israil. He promised to his people that he would back in 30 days, but then he was late for 10 days. It was disappointing Bani Israil. Then Samiri made a female cow statue. It’s an amazing statue at the period because it could produce a sound. Samiri agitated people to worship it, and he was successful.

Samiri was very proud about his work. By his hand, he can make everything but he don’t realize that his knowledge had come from God The Greatest. Many technocrats are forgetting about source of their knowledge. Even we forgot that our hands we use to make everything or innovation are nothing without God’s power. I am one of that slipping technocrats. Oh God, please forgive my arrogance to you…

27
May
08

Mawar di Taman Angkuh

Waktu di handphone Arif menunjukkan pukul 00.14 ketika ringtonenya bersenandung menusuk telinga. Tiada pernah disadarinya bahwa panggilan telepon itu akan membawanya ke dalam suatu masalah yang pelik. Layar HP menampilkan tulisan “Mawar di taman Angkuh – Calling” ..suatu tampilan yang sudah tidak asing lagi bahkan mungkin bila HP itu dijungkirkan sekalipun, Arif langsung mengetahui bahwa Mawar yang menelpon. Dengan santai pula telepon itu diterima.

“Halo mawar, ada apa telp malam2?” bisiknya sambil berusaha sadar dari tidur. “Besok aku berangkat ke Jakarta. Aku udah ga tahan di rumah ini. Mama udah ga peduli lagi sama aku, ga mo mengerti perasaanku, aku sakit kayak gini aja katanya bo’ong. Kalo udah gini mending aku cabut aja dari rumah ini.” Sontak Arif terkejut dan bertanya dengan bloon. “Lho ada apa ini…ada apa ini” (niru kata2 indra birowo extravaganza 😛 )…hehe.

Dengan berbagai cara Arif berusaha mencegah Mawar agar tidak kabur dari taman-nya meski taman itu angkuh. Hati Arif sebenarnya sudah mengikhlaskan Mawar untuk dipetik sang Pangeran yang mampu memelihara keangkuhan taman tempatnya tumbuh dan berkembang. Kekerasan hati orang tua Mawar yang rela memecat sang anak apabila tetap bersikeras mencintai Arif, membuatnya menyerah daripada harus merusak taman dan keindahan mawar di dalamnya. Akan tetapi kejadian kali ini sungguh di luar dugaannya. Dia tidak mampu berbuat apa2. Dia sudah tidak mampu lagi mempertahankan Mawar, akan tetapi mengapa mawar tidak juga mau mengerti posisinya ?????. Walhasil, Mawar tak dapat dicegah untuk berangkat ke Jakarta. Mawar yang sebelumnya berada di taman angkuh, kini harus berjuang mengikhlaskan debu ibukota, membiarkan asap2 metromini menyentuhnya, hanya demi Arif yang memiliki tampang bloon, idiot, dan semua orang mengatakan wajar bila dia selalu diludahi….

Maka kebingungan pun melanda Arif, apa yang harus diperbuat dengan ketidakberdayaannya terhadap takdir yang sudah diikhlaskan. Saya hanya bisa katakan pada Arif, “Belajarlah menyelesaikan masalah, bukan justru lari darinya..




Yahoo Messenger: adioncyber


Twitter

Kategori

July 2019
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Post Terbaru

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Maps

RSS IPTEK

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pages

Advertisements