Archive for April, 2008

28
Apr
08

Kelemahan manusia bukanlah aib

Kemarin seorang teman datang kepada saya lalu mengatakan bahwa dia telah mengetahui salah satu kelemahan saya. Saya sempat terkejut dari mana dia tahu tentang hal itu padahal rahasia itu sudah saya simpan rapat-rapat agar tidak ada yang mengetahui. Meskipun saya tahu cepat atau lambat hal itu akan diketahui juga oleh teman-teman, namun saya tidak menyangka kalau rahasia itu bocor begitu cepatnya. Betapa malu saya ketika saya tahu kelemahan saya itu telah diketahui orang lain.

Saya lalu mulai berpikir dan merenung, mengapa manusia perlu menutupi kelemahannya. Bukankah manusia itu memang lemah dan ditakdirkan selalu memiliki kelemahan dan kekurangan? Lalu mengapa saya menganggap kelemahan saya sebagai aib? Bodoh sekali anggapan itu. Perlahan saya mulai bisa mengikhlaskan kelemahan saya untuk diketahui orang lain. Saya merasa tidak perlu menganggap itu sebagai aib. Toh manusia manapun pasti memiliki kelemahan dan kekurangan. Justru manusia yang memiliki kekurangan dan kelemahan itulah manusia yang sempurna. Tanpa kekurangan dan kelemahan, manusia itu tidak memiliki cukup syarat untuk dapat dianggap sebagai makhluk Tuhan.

Begitulah, saya akhirnya berpikir bahwa kelemahan manusia bukanlah suatu aib yang harus membuat kita malu ataupun rendah diri. Kepercayaan diri saya pun kemudian tumbuh kembali setelah melalui renungan ini. Bahkan sedikit ekstrim saya merasa bangga akan kekurangan dan kelemahan yang saya miliki. Lho..??? kok bisa??? Ya iya lah… karena dengan menyadari segala kekurangan dan kelemahan yang saya miliki saat ini artinya saya masih memiliki peluang untuk berusaha meraih kelebihan derajat di kehidupan pasca kehidupan ini… :-D

24
Apr
08

Kemanusiaan dalam bisnis

Malam ini adalah puncak ketidakmengertian saya tentang makna bisnis terhadap kemanusiaan. Saya masih belum mengerti mengapa bisnis selalu menjadi pembenaran segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Dua hari yang lalu seorang rekan kerja di perusahaan IT tempat saya bekerja, masuk rumah sakit dan terpaksa harus Operasi usus buntu, beberapa hari yang lalu saya dan seorang rekan yang lain juga “terpaksa” jatuh sakit meskipun (alhamdulillah) “masih” dalam taraf flu biasa. Apakah hal seperti ini memang suatu hal yang lumrah bagi seorang pekerja IT?

Kami pernah mencoba mengajukan permohonan kepada atasan kami untuk mengambil karyawan lagi ataupun solusi lain agar dapat sedikit menurunkan tensi dan ritme kerja yang bagi kami sudah overload ini. Namun jawaban yang kami terima justru membuat kami menyesal telah membuang-buang tenaga dengan menyampaikan saran yang menurut kami dapat memperbaiki kinerja perusahaan. “Orang berbisnis ya gini ini”,”Ya begini ini orang bekerja, ga bisa santai-santai saja” adalah kalimat yang paling sering kami dapatkan apabila kami meminta solusi atas load pekerjaan yang telah melampaui batas. Ketika kami minta agar dapat beristirahat hari sabtu atau minggu sekedar untuk meluruskan punggung, “Kamu enak2an aja, aku malah 1 minggu ga tidur sama sekali gara2 nglembur di rumah” adalah jawaban yang sudah menjadi lagu mars di kantor. Nglembur di rumah? Cecak pun tidak bisa jadi saksi apakah dia benar-benar lembur di rumah…hehehe. Begitulah keadaan kami yang dipimpin oleh seorang wanita berumur 26 tahun yang sejak kecil tidak pernah tahu dinginnya kehujanan, perihnya kepanasan, ataupun menangis karena uang jajannya kurang…:-)

Yang menjadi puncaknya, sehingga memicu saya memposting blog ini, saat rekan kerja saya sakit, muntah-muntah dan kemudian masuk rumah sakit, kami melaporkan hal ini kepada atasan kami dengan harapan ada solusi untuk itu. Namun jawabannya di luar dugaan, “Berarti dia belum siap kerja, belikan saja amoxilin” kalimat yang sangat tidak menyenangkan di telinga saya. Saya masih tidak habis pikir :

  1. Apakah karena kami hanya seorang karyawan IT biasa dengan penghasilan yang hanya setara dengan penghasilan seorang sopir bajaj (mohon maaf buat para sopir bajaj atas pembandingan ini), kami tidak layak dianggap manusia dengan hak asasi?
  2. Apakah karena beliau, wanita berumur 26 tahun yang belum pernah jadi karyawan kecil itu, adalah lulusan S2 di luar negeri maka kemampuannya selalu melebihi kemampuan kami karyawan kecil yang hanya mampu membuat web portal dan software sekelas “who want’s to be millionare” tanpa bonus proyek ini?
  3. Apakah usus buntu berstempelkan loyalitas milik rekan saya yang telah dipotong hanya dihargai dengan sedosis amoxilin dan kalimat “Dia belum siap kerja”?

Di luar itu semua saya pribadi masih bangga dan mampu menghargai diri dan kemampuan saya dengan bergumam, “kami adalah pejuang hidup meskipun kami tidak dimanusiakan. Semoga hidup kami lebih berarti di kemudian hari”.

22
Apr
08

Rubrik Konsultasi dan Opini di Joomla

Beberapa hari ini, waktu tidur saya kurang banget. Tight-deadline yang disediakan membuat saya memilih membuat website mereka dengan bantuan Joomla saja. Namun ternyata pilihan itu juga bukan pilihan yang bisa menyelesaikan masalah waktu. Tuntutan klien untuk menampilkan beberapa fitur yang component-nya tidak tersedia, membuatku dengan ikhlas memberikan keuntungan lebih pada pedagang rokok dan mie goreng di samping kantor :-) . Belum lagi klien yang notabene bukan orang-orang yang mengerti IT ini dengan mudahnya melakukan complaint dan meminta tambahan fitur-fitur baru tanpa merubah deadline.

Dari sekian fitur yang diminta, 2 di antaranya adalah rubrik konsultasi dan rubrik opini. Susah sekali mencari fitur ini di internet. Beberapa extension yang saya ambil dari http://extension.joomla.org ternyata juga tidak bisa sesuai dengan business process yang diinginkan. Modifikasi beberapa extension yang saya download dari sana seperti easyguestbook, Jambook, Fireboard, dll. ternyata malah membuat coding di website yang saya buat jadi berantakan dan tidak teratur karena extension-extension tersebut penggunaanya memang bukan untuk itu, tetapi untuk aplikasi guestbook dan forum. Jika dipaksakan untuk aplikasi yang lain justru lebih mempersulit.

Akhirnya saya putuskan untuk membuat (baca: coding) sendiri component untuk aplikasi konsultasi dan opini di Joomla. Setelah menghabiskan banyak gulungan tembakau dan keritingan mie (halah… :-P ), sang Joomla pun dengan tersenyum bisa menerima install-an komponen konsultasi dan opini yang saya buat. Dan hari ini, website itu di-launching. Alhamdulillah..tanpa sepengetahuan pedagang rokok dan mie goreng yang beruntung tadi, dia telah mendukung suksesnya launching website saya.

Di sini saya ingin berbagi komponen ini kepada yang membutuhkan. meskipun tidak seindah yang diharapkan, tetapi saya harap dapat sedikit membantu mengurangi jumlah programmer yang susah mencari komponen konsultasi dan opini untuk Joomla.

Download component konsultasi
Download component Opini

17
Apr
08

Terima Kasih buat Depkominfo

Setelah melalui berbagai kemelut yang berkaitan dengan ditutupnya berbagai situs secara membabi buta oleh software filter situs milik pemerintah, akhirnya beberapa situs penting dan bermanfaat bagi bangsa kini dibuka kembali. Beberapa situs telah dibuka dari blocking itu antara lain youtube.com dan rapidshare.com.

Saya memberikan penghargaan yang tinggi dan menyampaikan terima kasih kepada Depkominfo dan Bpk Muhammad Nuh sebagai Menkominfo yang telah membuktikan keterbukaannya menerima kritik dan saran dari para praktisi IT. Saya juga berharap keterbukaan dan komunikasi ini dapat terus berjalan demi kemajuan perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.

12
Apr
08

Roy Suryo tidak konsisten

Diskusi terbuka antara Roy Suryo dan para blogger dengan topik “Membuat Blogger Positif untuk Indonesia” di Universitas Budi Luhur tanggal 11 April kemarin sangat membangun wawasan berpikir kita semua. Hadirnya para intelektual non-IT yang memandang IT dari disiplin ilmunya justru menjadi “pembuka mata” kita dalam menyikapi permasalahan. Saya sangat menghargai keberanian Roy Suryo untuk hadir dalam acara tersebut. Ada beberapa hal yang menarik bagi saya untuk lebih diperhatikan dalam acara tersebut adalah :

  1. Roy Suryo menegaskan bahwa media telah salah mengutip pernyataannya tetapi beliau tidak merasa perlu untuk mengklarifikasi apa yang telah dikutip (melemparkan kesalahan)
  2. Roy Suryo tidak bersedia membuat blog pribadi dengan alasan semua orang punya pilihan dalam cara berkomunikasi
  3. Roy Suryo tidak mau menarik istilah “blogger negatif” yang telah dilontarkannya tetapi tidak mau memberi contoh seperti apa “blogger positif” dengan menolak menjadi seorang “blogger positif”.
  4. Roy Suryo tidak bersedia membeberkan teknik yang sering dipakai dalam memecahkan masalah IT padahal beliau selalu berteriak-teriak “mari kita bersama-sama mencerdaskan bangsa”

OK, mari kita sama-sama meninjau penilaian saya mengenai ini:

  • Roy Suryo menyalahkan wartawan yang salah mengutip pernyataannya, tetapi mengapa beliau tidak menjadi blogger saja yang bisa menuliskan pernyataannya sendiri kapan saja tanpa perlu khawatir terjadi kasus salah kutip? Saya berasumsi wartawan sedang dijadikan tameng untuk lari dari tanggung jawab moralnya sebagai “pakar” IT
  • Roy Suryo beranggapan bahwa wartawan sangat rawan akan kesalahan pengutipan, akan tetapi beliau tetap lebih memilih media massa sebagai pilihannya untuk berkomunikasi, padahal kalau menggunakan blog hal itu tidak akan terjadi. Apakah ini memang disengaja agar terjadi salah kutip?
  • Roy Suryo tidak mau mencabut istilah “blogger negatif” tetapi tidak mau mencontohkan menjadi “blogger positif”. Orang bodoh pun pasti tahu logika ini, beliau secara implisit tetap menilai semua blogger adalah negatif :-) .
  • Roy Suryo tidak mau membeberkan teknik yang digunakan untuk memecahkan masalah, karena sebenarnya dia tidak mau “mencerdaskan bangsa”. Kalau bangsa Indonesia banyak yang pintar, beliau akan kesulitan menjadi “pakar” IT. Asumsi lain, beliau sendiri sebenarnya tahu bahwa teknik yang digunakannya tidak bisa dijadikan pedoman untuk membuat sebuah kesimpulan ekstrim yang biasa dilakukannya, akan tetapi tendensi politiknya membuat beliau terpaksa harus menunjukkan dirinya sebagai seorang “pakar” dalam bidang IT dan fotografi.

Penilaian saya ini berdasarkan logika umum saja, agar bisa jadi bahan renungan bagi teman-teman dan Mas Roy Suryo sendiri untuk membenahi diri.




Yahoo Messenger: adioncyber


Kategori

 

April 2008
M T W T F S S
« Feb   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Maps

Pages