Kemarin seorang teman datang kepada saya lalu mengatakan bahwa dia telah mengetahui salah satu kelemahan saya. Saya sempat terkejut dari mana dia tahu tentang hal itu padahal rahasia itu sudah saya simpan rapat-rapat agar tidak ada yang mengetahui. Meskipun saya tahu cepat atau lambat hal itu akan diketahui juga oleh teman-teman, namun saya tidak menyangka kalau rahasia itu bocor begitu cepatnya. Betapa malu saya ketika saya tahu kelemahan saya itu telah diketahui orang lain.
Saya lalu mulai berpikir dan merenung, mengapa manusia perlu menutupi kelemahannya. Bukankah manusia itu memang lemah dan ditakdirkan selalu memiliki kelemahan dan kekurangan? Lalu mengapa saya menganggap kelemahan saya sebagai aib? Bodoh sekali anggapan itu. Perlahan saya mulai bisa mengikhlaskan kelemahan saya untuk diketahui orang lain. Saya merasa tidak perlu menganggap itu sebagai aib. Toh manusia manapun pasti memiliki kelemahan dan kekurangan. Justru manusia yang memiliki kekurangan dan kelemahan itulah manusia yang sempurna. Tanpa kekurangan dan kelemahan, manusia itu tidak memiliki cukup syarat untuk dapat dianggap sebagai makhluk Tuhan.
Begitulah, saya akhirnya berpikir bahwa kelemahan manusia bukanlah suatu aib yang harus membuat kita malu ataupun rendah diri. Kepercayaan diri saya pun kemudian tumbuh kembali setelah melalui renungan ini. Bahkan sedikit ekstrim saya merasa bangga akan kekurangan dan kelemahan yang saya miliki. Lho..??? kok bisa??? Ya iya lah… karena dengan menyadari segala kekurangan dan kelemahan yang saya miliki saat ini artinya saya masih memiliki peluang untuk berusaha meraih kelebihan derajat di kehidupan pasca kehidupan ini…

Thanks for comments